Semua Solar Akan Disubsidi oleh BPDP

Jakarta – Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) menerbitkan Peraturan Menteri (Permen) ESDM No 26 Tahun 2016 tentang Penyediaan dan Pemanfaatan Bahan Bakar Nabati Jenis Biodiesel Dalam Kerangka Pembiayaan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Kelapa Sawit per 12 Oktober 2016 lalu.

Dalam aturan baru ini, tidak ada lagi pembedaan antara biosolar subsidi dan nonsubsidi. Dalam beleid ini tak ada lagi penggolongan jenis Bahan Bakar Minyak (BBM) Tertentu yang masuk sebagai penerima subsidi seperti yang diatur dalam Permen ESDM Nomor 29 Tahun 2015. Ini artinya, semua solar yang dicampur biodiesel akan mendapatkan subsidi yang dikelola oleh BPDP Kelapa Sawit.

Sontak, kebijakan ini dinilai positif oleh para produsen biodiesel di Tanah Air. Ketua Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (Aprobi) Paulus Tjakrawan mendukung beleid anyar ini karena dinilai dapat mempercepat proses program pencampuran 20% biodiesel dalam bahan bakar solar atau B-20 yang sudah digagas mulai tahun ini hingga 2019 mendatang.

Namun, Paulus bilang beleid baru ini belum bisa dijalankan di lapangan karena belum ada penjelasan secara rinci terkait pembayaran subsidi untuk solar yang selama ini masuk kategori solar non subsidi. “Kami masih mempertanyakan pembayaran untuk biodiesel yang selama ini
nonsubsidi tersebut,” ujarnya kepada KONTAN, Minggu (23/10).

Untuk itu, Paulus meminta diterbitkan aturan teknis lanjutan dari beleid tersebut agar tidak menimbulkan ketidakjelasan bagi produsen biodiesel. Maklum, selama ini biodiesel pada solar nonsubsidi biasanya disalurkan langsung kepada industri pengguna dan tak melalui Pertamina atau AKR Corporindo selaku penyalur solar subsidi ke masyarakat yang memiliki kontrak perjanjian selama enam bulan.

Paulus bilang harga biodiesel yang selalu berubah-ubah setiap hari mengkuti perkembangan harga minyak kelapa sawit atau Crude Palm Oil (CPO) harus memiliki patokan yang jelas. Sedangkan biodiesel yang dijual untuk solarnonsubsidi biasanya dilakukan dengan business to business dengan melihat perkembangan harga terkini.

Belum dijalankan

Selain menanti aturan lanjutan, Paulus juga meminta pemerintah menghapus ketentuan soal kewajiban bagi produsen biodiesel untuk mencari sendiri pembeli biodiesel yang akan mencampurnya ke dalam solar yang selama ini masuk kategori nonsubsidi. Dia menilai aturan ini menjadi tak lagi relevan karena ketentuan soal solar subsidi dan nonsubsidi untuk pengguna biodiesel sudah dihapus.

Seharusnya, pemerintah konsisten untuk menerapkan sistem penunjukan langsung secara transparan bagi produsen biodiesel untuk menyalurkan biodiesel yang sebelumnya masuk kategori subsidi ke wilayah pelosok yang menjadi tanggung jawab mereka.

Dengan aturan ini, BPDP Kelapa Sawit diperkirakan bakal mengeluarkan subsidi biodiesel yang lebih besar dari biasanya. Namun, Direktur Utama BPDP Kelapa Sawit Bayu Krisnamurthi menyebut meski aturan ini sudah berlaku sejak diundangkan, tapi implementasinya belum berjalan. Ia bilang selama bulan Oktober ini hanya mengeluarkan subsidi biodiesel untuk solar Public Service Obligatin (PSO) dan yang diserap PT Perusahaan Listrik Negara (PLN).

Alhasil, dampak kebijakan baru ini masih belum terasa karena pemerintah masih belum mendetailkan aturan ini dan menyosialisasikannya.
Sejauh ini, BPDP Kelapa Sawit mengaku mengalokasikan dana sekitar Rp 1 triliun per bulan untuk subsidi biodiesel. Bayu mengaku belum menghitung dampak kenaikan subsidi jika aturan ini sudah benar-benar terlaksana.

Reporter Noverius Laoli
Editor Rizki Caturini
Sumber: Kontan.co.id

587 total views, 2 views today

Comments

comments

One thought on “Semua Solar Akan Disubsidi oleh BPDP

  • 11/09/2017 at 1:56 am
    Permalink

    Jakarta, 07 Septembre 2017*
    We ready to supply your Downstream Oil Business, focusing on supplies Depot Bulking Fixed Storage Oil and Gas Terminal for Industrial Purpose and need.
    “We serve Export and Import request”

    1.Supplies Industrial Fuel HSD specification Indonesia Directorate General Oil and Gas Inspecrtion and Qualificafion Standard (Migas)*/Minimum PO 5000KL*/updated price : IDR 6350/ltr- national domestik tax were included price*
    Origin HSD (High Speed Diesel) fuel were imported Malaysia, we have pile renewed stock at our Pumping Depot Bulking Terminal Fixed Storage
    Origin Pumping : Ciwandan-Banten/Fixed Storage (Non-Floates Storage)-Premium finest quality of Industrial High Speed Diesel Fuel*
    2. D2 Origin Russia/contract import 50.000MT-100.000MT*
    3.AVTUR JP-54/Colonial Kerosene 54/Origin Russia*
    Contract Import : 500.000 BBL (Barrel Oil)*
    4.LPG & CNG/Origin Russia-Vladivostok Port Refinery Oil Bulking Terminal
    5. Gas Oil EN 590/Automative Diesel Fuel/for Cars and Trucks
    Prosedur : send LOI & Purchase Order (PO) according kuota mentiones
    Payment : SKBDN at Sight/Non Hard Cash/Banked Recorded*
    Shippment : STS/STB/Port to Port basis
    Schedule : Russia-Indonesia water app 30 days shippink and continues guarantee*
    Ciwindan-Indonesia Port destinantion app 3-8days Shippink and continues guarantee (Domestik Indonesia water shippment app scheduled 3-8days)*

    For inquiry and ask any :
    email : jb.untoro@yahoo.co.id
    WA : +62895-0491-0419
    Pin : 547EDA7D

    Regards,
    Johann Baptiste Untara
    Port au Priok, Jakarta
    Indonesia – South East Asie

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *