Soil Scientist: Gambut Layak Ditanami Kelapa Sawit

Terlepas dari himbauan dan desakan dari kalangan NGO yang tidak setuju untuk penggunaan lahan gambut untuk kelapa sawit, tapi menurut kacatamata peneliti tanah bahwa lahan gambut layak ditanami kelapa sawit. Mengapa?

Soil Scientist (peneliti tanah) Arif Sugandi mengungkapkan secara teknis, lahan gambut bisa dibudidayakan untuk kelapa sawit tetapi memang memerlukan input agronomi khusus dan tingkat pengelolaan lahan yang tinggi, menyeluruh dan tidak murah. Intinya perlu mengimplementasikan praktik-praktik pengelolaan terbaik (best management practices atau GAP) secara menyeluruh.

“Jadi, lahan gambut bisa atau layak ditanami kelapa sawit karena alasan yang paling utama adalah bahwa secara teknis agronomi dan dengan manajemen yang baik terutama sistem drainase dan tata kelola air, serta hasilpenelitian yan gpernah dilakukan sebelumnya, tingkat produksi TBS bisa menyamai atau bahkan lebih tinggi daripada tanah mineral,” kata Arif kepada Media Perkebunan.

Selain itu, menurut Arif jika dilihat secara aspek teknis, aspek sosial atau ekonomi terutama untuk kesejahteraan masyarakat sekitar juga bisa dijadikan alasan gambut untuk layak dibudidayakan, seperti contohnya di Sarawak, Malaysia. Di Malaysia dimana luasan tanah gambut cukup dominan dan tidak ada kawasan lainnya yang bisa dengan layak diusahakan, maka pemerintah mendukung pembukaan tanah gambut untuk perkebunan kelapa sawit.

Kondisi yang sama mungkin terjadi dipropinsi Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Tengah dan Selatan dimana luasan tanah gambut yang cukup luas, sehingga pemerintah setempat memberikan izin pembukaan lahan gambut demi aspek social atau ekonomi wilayah tersebut.

Lebih dari itu, jika dilihat dari luasan areal gambut di Indonesia yaitu kurang lebih sekitar 12 persen dari total luasan daratan dan sekitar 1,7 juta hektar sudah dibudidayakan untuk kelapa sawit, ternyata potensi lahan gambut untuk perkebunan kelapa sawit cukup tinggi.

“Namun dalam hal ini perlu juga dibuat kajian evaluasi lahan untuk mengetahui kelayakan atau kesesuaian lahan gambut tersebut baik untuk perkebunan kelapa sawit dan lingkungan,” himbau Arif.

Memang, Arif menjelaskan, umumnya lahan gambut dangkal lebih sesuai daripada lahan gambut dalam untuk kelapa sawit. Namun kriteria kedalaman atau ketebalan gambut saja tidak eksklusif dalam menentukan kelayakan atau kesesuaian lahan untuk kelapa sawit.

Kriteria lain seperti tingkat dekomposisi bahan organiknya, kandungan kayu, tingkat pelapukan kayu (hard atau soft wood), jenis tanah mineral di bawah lapisan gambut perlu juga untuk dikaji. Lahan gambut berkedalaman dangkal dan tingkat pelapukan hemik atau saprik dan kandungan kayu yang rendah adalah sesuai untuk kelapa sawit.

“Untuk itu diperlukan drainabilitas jangka panjang pada lahan gambut untuk budidaya,” jelas Arif.

Sumber: Perkebunannews.com

1,264 total views, 4 views today

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *