Turunkan Emisi dengan Biodiesel

MANADO — Komoditas sawit memiliki peranan penting bagi Indonesia. Berupa sumbangsih pada pendapatan negara lewat devisa dan membuka lapangan pekerjaan yang luas. Tercatat di tahun 2015, total ekspor minyak kelapa sawit atau Crude Palm Oil (CPO) dan turunannya mencapai 26,40 juta ton. Dengan nilai ekspor US$18,5 milyar.

Dan diperkirakan sampai akhir tahun ini, nilai eskpor komoditas ini akan mencapai 27 ton. Dengan total nilai ekspor sebesar US$18,6 miliar. Bahkan, eskpor sawit jadi kontribusi utama surplus neraca perdagangan RI sebesar U$3,6 miliar pada semester I tahun ini. Setelah melewati serangkaian percobaan dan uji kelayakan, akhirnya sawit ditetapkan menjadi sumber bahan bakar atau dikenal Biodiesel.

Per 1 Januari 2016 lalu, pemerintah telah mewajibkan penggunaan 20 persen pada setiap satu liter bahan bakar solar, yang digunakan untuk alat transportasi masyarakat. Bukan tanpa alasan, penggunaan B20 diharapkan mengurangi emisi, sebagai sumber energi terbarukan, dan memberi dampak positif bagi sejumlah pengusaha sawit Indonesia.

Kepala Direktorat Jenderal Perbendaharaan Sulut Sulaimansyah mengatakan, selain menyumbangkan pendapatan Negara, sawit mampu menjadi sumber bahan bakar nabati (BBN). Apalagi cadangan minyak terus menurun. “Bila tidak ada upaya alternatif seperti sawit, bukan tidak mungkin sumber minyak Indonesia menipis pada 15-20 tahun mendatang, ujar Sulaimansyah pada pembukaan Sosialisasi Mandatori Biodiesel 20% (B20), di Aston Hotel Manado, Kamis (17/11) lalu.

Pentingnya sosialisasi penggunaan B2O ini, lanjut Sulaimansyah, karena selain Indonesia adalah satu dari penghasil terbanyak dunia, program biodiesel sawit ini juga mampu membantu industri strategis yang berbasis sawit. “Sesuai target pemerintah, 10 persen kebutuhan bahan bakar kita akan disuplai dari BBN. Sebesar 7 persen di antaranya dari minyak sawit,” imbuhnya.

Plt Direktur Penyaluran Dana Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Kelapa Sawit Catur Widodo mengungkapkan, adanya kelapa sawit sebagai satu dari sumber bahan bakar alternatif, dapat menyelesaikan dua permasalahan sekaligus. Yaitu ketahanan energi secara nasional sekaligus memberikan jaminan kesejahteraan pada petani sawit yang ada di Indonesia.

“Mempertahankan harga ekspor pada level yang optimal, jadi ada keseimbangan antara ekspor dan konsumsi dalam negeri. Selain itu, mengolah produk sawit kita sendiri, kelangsungan ekonomi masyarakat dapat meningkat, serta jumlah impor solar dapat ditekan,”ujarnya.

Moratorium pembukaan lahan kelapa sawit baru, tutur Widodo, pemerintah lebih cenderung mendorong pendampingan pada perkebunan sawit rakyat. Lewat program peremajaan dengan memberikan Sertifikasi Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO). “Dari sekian juta hektar lahan sawit di Indonesia, pemerintah nanti akan melihat potensi lahan yang benar-benar produktif. Sesuai dengan peraturan kepemilikan lahannya jelas. Nanti pemerintah ikut memberikan pendampingan pembiayaannya,” sebut Widodo.

Sementara itu, perwakilan Asosiasi Produsen Biofuels Indonesia (APROBI) Felly mengungkapkan, adanya Biodiesel justru semakin memberi dampak positif. Tidak hanya pelaku usaha dalam negeri namun lebih jauh dari itu tingkat emisi dapat berkurang sebanyak 29 persen pada tahun 2030.

Produksi minyak dunia tiap tahunnya mengalami penurunan. Sementara permintaan minyak sawit di pasar dunia terus meningkat. Indonesia memegang peranan penting sebagai produsen terbesar. Karenanya, satu keuntungan besar bila sumber daya ini dapat dioptimalkan. “Tingkat emisi dapat menurun sebanyak 29 persen ditahun 2030. Selain Indonesia banyak negara juga sudah mengembangkan Biodiesel. Yaitu di Malaysia, Kolombia, dan Amerika Latin. Indonesia produsen terbesar sawit di dunia sebesar 59 persen. Tinggal diolah dan dimaksimalkan guna meningkatkan taraf perekonomian kita,” katanya.

Kabid Minyak dan Gas Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sulut Linda Kotambunan, mengapresiasi dan siap memberikan sosialisasi lebih lanjut pada masyarakat. Terkait pentingnya penggunaan B20 demi ketahanan energi dan  menurunkan tingkat emisi. (jul/har)

Sumber : manadopostonline.com

1,744 total views, 4 views today

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *