Upaya Cegah Peredaran Bibit Ilegal

Samarinda – Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pengawasan Benih Perkebunan (PBP) telah melakukan sertifikasi 2,931.304 benih unggul. Jumlah tersebut terdiri dari beberapa komoditas unggulan Kaltim. Benih terbanyak dari bibit kelapa sawit, yaitu  1.442.625 benih.

Kepala UPTD PBP Irsal Syamsa mengatakan, sebenarnya 2,93 benih itu angka yang sangat kecil. Pihaknya memiliki target 5 juta benih per tahun yang harus disalurkan. Namun, hingga September hanya dapat menyalurkan 2,93 benih. “Kalau benihnya hanya segitu, kira-kira hanya untuk 25 ribu hektare lahan perkebunan,” ucapnya kepada Kaltim Post(17/10) di kantornya Jalan Slamet Riyadi Samarinda.

Menurutnya, pihaknya pernah menyalurkan hingga 3,3 juta benih unggul bersertifikat pada 2013. Seluruh bibit yang disertifikasi oleh pihaknya, hanya bibit yang sudah dipesan. Pihaknya punya 12 penangkar benih unggul di Kaltim. Seluruh bibit yang disertifikasi harus langsung terjual. “Benih terbaik harus dijaga kualitasnya, makanya bibit yang bersertifikasi memiliki jangka waktu yang harus segera dikembangkan. Jika tidak akan mengurangi kualitas bibit,” ucapnya.

Dia mengatakan, permintaan sekarang memang sedikit. Namun, jika diminta untuk menyediakan bibit terbaik yang tersertifikasi pihaknya siap. Setiap satu penangkar bisa menyediakan 1.200 benih yang bersertifikasi. Namun, tetap penyediaan benih hanya bergantung pada keinginan pasar atau sesuai pesanan. “Belum boleh disertifikasi jika belum ada permintaan pasar,” ungkapnya.

Dinas Perkebunan (Disbun) Kaltim melalui UPTD PBP terus melakukan sertifikasi benih sawit, guna memberikan jaminan kepada masyarakat akan bibit sawit sawit yang asli. Sekaligus mencegah terjadinya peredaran benih sawit ilegal yang semakin marak beredar di masyarakat. “Pentingnya benih bersertifikasi untuk mengurangi bibit ilegal yang dapat merugikan para petani di Kaltim,” ucapnya.

Dia menjelaskan, benih ilegal ini baru akan diketahui setelah mencapai usia tanam empat atau lima tahun. Tentunya ini sangat merugikan petani. Lama merawat namun tidak menghasilkan. “Sebaiknya memang seluruh petani menggunakan benih benih bersertifikat. Berasal dari sumber benih legal (penangkar benih) yang memiliki kerja sama waralaba dengan sumber benih yang sah,” ucapnya.

Berdasarkan hasil laporan pelaksanaan sertifikasi benih perkebunan periode Januari – September 2016, telah dilakukan sertifikasi terhadap 1.224.387 kecambah kelapa sawit, 1.442.625 bibit kelapa sawit, 30.710 bibit kakao, 43.194 kecambah aren, 9.080 bibit aren, 161.308 bibit lada, dan 20.000 setek lada. (*/ctr/lhl/k15)

Sumber: prokal.co

409 total views, 2 views today

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *